
INSTRUMENT ALAT BANTU
DISUSUN
GUNA MEMENUHI TUGAS
MATA KULIAH : SUPERVISI
PENDIDIKAN
DOSEN PENGAMPU : Drs. HUTOMO
RAHARJO, M.Pd
DISUSUN
OLEH:
1. TRI
JAMALUDIN
2. KUNI CHAIZAH
3. BARIYATUN
FAKULTAS AGAMA ISLAM
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
TAHUN 2009/2010
KATA
PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah, kami panjatkan
kepada Allah SWT yang telah melimpahkan kesehatan dan kekuatan kepada kami
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah tentang “Instrument
Alat Bantu Pendidikan” .
Tujuan
penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas belajar kami pada UNIVERSITAS
WAHID HASYIM SEMARANG, pada
mata kuliah Supervisi Pendidikan.
Adapun
bahan penulisan makalah ini kami petik dari beberapa buku tentang Alat
bantu/Media Pendidikan dan Buku-buku lain yang terkait dengan permasalahannya.
Dari keterbatasan kwantitas buku yang kami baca serta kemampuan daya serap kami
maka kami banyak berharap atas saran kritikan dari pembaca untuk kesempurnaan
makalah ini di masa-masa yang akan datang.
Terakhir,
tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Yth Bapak/ Ibu dosen/ Tutor pada mata
uji yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menulis makalah ini.
Kendal, Juni 2010
Penulis.
DAFTAR ISI
Halaman
Judul
Kata
Pengantar ……………………………………………………………….. 2 Daftar Isi …………………………………………………………………….. 3
Bab
I.Pendahuluan…………………………………………………………… 4
ü
Latar Belakang…………………………………………………… 4
ü
Standar Sarana dan Prasarana…………………………………… 5
ü
Tujuan Pembelajaran PAI di SD………………………………... 5
Bab
II Pembahasan…………….……………………………………………. 6
ü
Pengertian ………………………………………………………. 6
ü
Klasifikasi
………………………................................................. 8
ü
Fungsi..................................................………………………….. 9
ü
Kriteria…………………………………………………………… 10
ü
Karakteristik Pemilihan…………..……………………………… 11
Bab
III Kesimpulan……………………….………………………………… 13
Daftar
Pustaka………………………………………………………………. 14
BAB
I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pendidikan sebagai suatu proses mempunyai
dua sisi yang saling berkaitan. Pendidikan bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) tapi lebih
kepada transfer normatif (transfer of
values). Jadi tujuan kahir pendidikan adalah menciptakan manusia seutuhnya
yang memiliki ilmu pengetahuan dan nilai-nilai iman taqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa.
Disinilah
peran guru sangat penting. Selain sebagai pengajar, juga sebagai pembimbing dan
pendidik. Namun kenyataannya peran itu sering dilupakan. Pendidikan dan
pengajaran dilakukan hanya sekedar pemberian informasi. Hal itulah yang membuat
siswa merasa bosan, sehingga pembelajaran tidak menarik minat siswa, dan
akhirnya berdampak pada rendahnya prestasi belajar.
Dalam
proses belajar mengajar, penggunaan alat Bantu atau sering dikenal dengan media sangat membantu suksesnya
pembelajaran. Melalui alat Bantu/media siswa dapat menggunakan indera yang
dimilikinya. Semakin banyak alat indera yang digunakan oleh siswa maka sesuatu
yang dipelajari akan makin mudah diterima dan diingat. Kenyataannya persolan
ini belum mendapat perhatian oleh para guru.
Materi
pembelajaran PAI di sekolah dasar sangat luas. PAI merupakan gabungan antara penanaman
nilai ahlaq moral dan ilmu pengetahuan, sehingga materinya sangat luas. Jika
pembelajaran di kelas masih menggunakan cara-cara yang konvensional ( ceramah ),
maka sudah pasti proses pembelajaran hanyalah pemberian informasi-informasi
tanpa adanya interaksi antara guru dan siswa. Hal ini jelas bukan merupakan
pembelajaran yang ideal karena tujuan pembelajaran adalah membuat tahu dan
paham dan dilaksanakan bukanlah sekedar hafal. Berkaitan dengan itu, prestasi
belajar siswa menjadi rendah karena siswa tidak terlibat dalam proses
pembelajaran. Siswa dianggap objek benda mati. Dan muaranya adalah ahlaq moral
yang rendah yang jauh dari tuntunan agama islam.
Pembelajaran
yang ideal adalah merupakan suatu tuntutan yang mendesak bukan hanya sekedar
wacana/rencana dalam program pembelajaran. Daya kreasi dan inovasi guru mutlak harus dilaksnakan guna meningkatkan
daya tarik siswa. Akhirnya pelajaran PAI tidak hanya sekedar disampaikan
tentapi lebih dari itu mampu disajikan secara utuh dengan konsep dan tujuan
yang jelas.
STANDAR SARANA DAN PRASARANA
Sesui dengan PP no. 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan BAB VII tentang standar sarana
dan prasanan pasal 42 menyebutkan:
- Setiap
satuan pendidikan wjib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan
pendidikan, media, buku dan sumber lainnya, bahan habis pakai, serta
perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang
teratur dan berkelanjutan
- setiap
satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang
kelas, ruang pimpinan satuan pendidika, ruang pendidik, ruang tata usaha,
ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit
produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga,
tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan tempat/ ruang lain
yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan
berkelanjutan.
TUJUAN PEMBELAJARAN PAI DI SD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar