BUDAYA
MUDIK TANGGUNG JAWAB SIAPA?
Oleh : Sidi N
Berebut dan berdesak-desakan adalah gambaran yang
biasa kita lihat ketika menjelang lebaran. Banyak orang memburu tiket untuk mudik ke kampoeng halaman. Budaya mudik
menurut istilah adalah berasal dari kata udik/kampoeng. Setiap orang akan terasa
rindu akan kampung halaman mereka manakala sekian lama merantau di kota. Pada
momentum lebaran inilah seringkali dijadikan waktu yang tepat untuk pulang
kampung untuk sekedar melepas rindu kepada suasana kampung halaman, keluarga,
tetangga, teman dan handai tolan. Ini adalah budaya unik yang dimiliki oleh
bangsa ini dari dahulu kala setiap tahunnya.
Budaya mudik setiap tahunya selalu menelan
korban yang tidak sedikit. Dan bisa dipastikan akan meningkat dan akan terus
meningkat. Fenomena terbaru yang banyak mayarakat lakukan adalah mudik
menggunakan angkutan sepeda motor. Resiko kecelakaan yang terjadi dijalan raya
jauh lebih besar dibandingkan jika mereka menggunakan transpotasi umum seperti
kereta api, bis atau transpotasi umum lainnya. Mengedarai sepeda motor membutuhkan
kodisi tubuh yang prima dan konsetrasi yang tinggi. Kondisi tubuh dan
kelelahan, cuaca buruk serta keadaan jalan yang berlubang menyebabkan mereka
berhadapan dengan maut. Bersepeda motor merupakan pilihan rakyat terakhir
setelah mereka tidak berdaya menghadapi keadaan. Ongkos mudik yang naik setiap
tahunya adalah salah satu alasan bagi mereka. Hal ini sesungguhnya menjadi
kontras ketika rakyat menderita dan membutuhkan bantuan, pemerintah malah menaikkan
ongkos tiket itu. Penggurangan jumlah gerbong kereta api juga merupakan bukti
ketidak mampuan pemerintah untuk mengantisipasi keadaan ini. Seharusnya
pemerintah melihat kereta api sebagai angkutan masal yang tepat karena murah dan
aman. Sehingga pemudik tidak lagi mengambil resiko untuk mudik dengan sepeda
motor.
Kemudian yang menjadi pertanyaan mengapa hal
ini bisa terjadi? apakah ada yang salah dengan budaya ini, sudahkan pemerintah
melakukan pelayanan yang terbaik bagi warganya?
Pemerintah sebagai penanggung jawab atas
keselamatan rakyat sudah seharusnya pemerintah bisa bertanggungjawab dalam penyelenggaraan
dan melayani rakyatnya dengan baik. Dengan mengkoordinasikan segala bentuk
kegiatan secara baik berarti pemerintah sudah melaksanakn amanat Undang-undang.
Sehingga kegiatan mudik bukan terkesan hanya tanaggung jawab pak polisi semata
tetapi seluruh komponen bangsa bisa berperan maksimal untuk menyukseskannya.
Pemerintah seharusnya bisa mengkodisikan kegiatan ini secara baik dan
menggunakan kewenangannya untuk merencanakan pelaksanaan yang matang bersekala
panjang.
Kebutuhan pemudik tidak hanya factor keamanan
semata, fator kesehatan, kenyamanan, kebersihan dan sebagainya. Contoh kasus
seorang pemudik suatu saat memerlukan air bersih untuk MCK, lalu apakah ini
menjadi tanggung jawab pak polisi? Tentunya tidak!!! perlu adanya campur tangan
Pemerintah daerah yang dilalui untuk memberikan pelayanan atau memberikan
informasi lengkap tentang itu. Penyiapan rumahsakit-rumahsakit, rumah makan
yang sehat, papan informasi, rambu lalu lintas dll harus disiapkan. Seharusnya
pemerintah bisa menyelenggarakan kegiatan ini dengan terencana dan baik dengan
cara memperbaiki kondisi transpotasi umum, keamanan, sarana jalan dan
sebagainya.
Kalau kondisi jalan yang macet karena kondisi
jalan yang sempit seharusnya pemerintah bisa menginvestasikan kegiatan
transpotasi masal lewat jalur laut yang kemungkinan macet kecil. Dengan
membangun pelabuhan-pelabuhann dan memperbanyak jumlah kapal-kapal laut.
Intinya pemerintah belum maksimal melayani masyarakatnya
yang sedang punya hajat tahunan ini. Pemerintah belum bisa melindungi warganya.
Pemerintah seharusnya bisa mengkoordinasikan kegiatan ini ke seluruh elemen
masyarakat yang ada didaerah. Tidak hanya elemen pemerintah tetapi lebaga
masyarakat pihak swasta yang peduli terhadap penderitaan mayarakat. Karena ini bisa
menjadilakan shokterapi musibah nasional atau dijadikan pelatihan bersama jika suatu
saat terjadi bencana nasional. Karena tidak ayal kemunkinan terjadi bencana alam
yang mungkin akan terjaadi dimasa yang akan datang.
Koordinasi yang baik akan menciptakan sinergi
dari elemen yang ada sehingga mayarakat yang akan melaksankan acara mudik akan
terasa menyenangkan dan puas di kampong halaman, dan banyak hal yang positif
dan dihasilkan manakala kegiatan ini tidak menimbulkan jera atau pengalamam
buruk bagi pemudik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar