Selasa, 27 September 2011

BUDAYA MUDIK TANGGUNG JAWAB SIAPA?


BUDAYA MUDIK TANGGUNG JAWAB SIAPA?
Oleh : Sidi N

Berebut dan berdesak-desakan adalah gambaran yang biasa kita lihat ketika menjelang lebaran. Banyak orang memburu tiket untuk mudik ke kampoeng halaman. Budaya mudik menurut istilah adalah berasal dari kata udik/kampoeng. Setiap orang akan terasa rindu akan kampung halaman mereka manakala sekian lama merantau di kota. Pada momentum lebaran inilah seringkali dijadikan waktu yang tepat untuk pulang kampung untuk sekedar melepas rindu kepada suasana kampung halaman, keluarga, tetangga, teman dan handai tolan. Ini adalah budaya unik yang dimiliki oleh bangsa ini dari dahulu kala setiap tahunnya.
Budaya mudik setiap tahunya selalu menelan korban yang tidak sedikit. Dan bisa dipastikan akan meningkat dan akan terus meningkat. Fenomena terbaru yang banyak mayarakat lakukan adalah mudik menggunakan angkutan sepeda motor. Resiko kecelakaan yang terjadi dijalan raya jauh lebih besar dibandingkan jika mereka menggunakan transpotasi umum seperti kereta api, bis atau transpotasi umum lainnya. Mengedarai sepeda motor membutuhkan kodisi tubuh yang prima dan konsetrasi yang tinggi. Kondisi tubuh dan kelelahan, cuaca buruk serta keadaan jalan yang berlubang menyebabkan mereka berhadapan dengan maut. Bersepeda motor merupakan pilihan rakyat terakhir setelah mereka tidak berdaya menghadapi keadaan. Ongkos mudik yang naik setiap tahunya adalah salah satu alasan bagi mereka. Hal ini sesungguhnya menjadi kontras ketika rakyat menderita dan membutuhkan bantuan, pemerintah malah menaikkan ongkos tiket itu. Penggurangan jumlah gerbong kereta api juga merupakan bukti ketidak mampuan pemerintah untuk mengantisipasi keadaan ini. Seharusnya pemerintah melihat kereta api sebagai angkutan masal yang tepat karena murah dan aman. Sehingga pemudik tidak lagi mengambil resiko untuk mudik dengan sepeda motor.
Kemudian yang menjadi pertanyaan mengapa hal ini bisa terjadi? apakah ada yang salah dengan budaya ini, sudahkan pemerintah melakukan pelayanan yang terbaik bagi warganya?
Pemerintah sebagai penanggung jawab atas keselamatan rakyat sudah seharusnya pemerintah bisa bertanggungjawab dalam penyelenggaraan dan melayani rakyatnya dengan baik. Dengan mengkoordinasikan segala bentuk kegiatan secara baik berarti pemerintah sudah melaksanakn amanat Undang-undang. Sehingga kegiatan mudik bukan terkesan hanya tanaggung jawab pak polisi semata tetapi seluruh komponen bangsa bisa berperan maksimal untuk menyukseskannya. Pemerintah seharusnya bisa mengkodisikan kegiatan ini secara baik dan menggunakan kewenangannya untuk merencanakan pelaksanaan yang matang bersekala panjang.
Kebutuhan pemudik tidak hanya factor keamanan semata, fator kesehatan, kenyamanan, kebersihan dan sebagainya. Contoh kasus seorang pemudik suatu saat memerlukan air bersih untuk MCK, lalu apakah ini menjadi tanggung jawab pak polisi? Tentunya tidak!!! perlu adanya campur tangan Pemerintah daerah yang dilalui untuk memberikan pelayanan atau memberikan informasi lengkap tentang itu. Penyiapan rumahsakit-rumahsakit, rumah makan yang sehat, papan informasi, rambu lalu lintas dll harus disiapkan. Seharusnya pemerintah bisa menyelenggarakan kegiatan ini dengan terencana dan baik dengan cara memperbaiki kondisi transpotasi umum, keamanan, sarana jalan dan sebagainya.
Kalau kondisi jalan yang macet karena kondisi jalan yang sempit seharusnya pemerintah bisa menginvestasikan kegiatan transpotasi masal lewat jalur laut yang kemungkinan macet kecil. Dengan membangun pelabuhan-pelabuhann dan memperbanyak jumlah kapal-kapal laut.
Intinya pemerintah belum maksimal melayani masyarakatnya yang sedang punya hajat tahunan ini. Pemerintah belum bisa melindungi warganya. Pemerintah seharusnya bisa mengkoordinasikan kegiatan ini ke seluruh elemen masyarakat yang ada didaerah. Tidak hanya elemen pemerintah tetapi lebaga masyarakat pihak swasta yang peduli terhadap penderitaan mayarakat. Karena ini bisa menjadilakan shokterapi musibah nasional atau dijadikan pelatihan bersama jika suatu saat terjadi bencana nasional. Karena tidak ayal kemunkinan terjadi bencana alam yang mungkin akan terjaadi dimasa yang akan datang.
Koordinasi yang baik akan menciptakan sinergi dari elemen yang ada sehingga mayarakat yang akan melaksankan acara mudik akan terasa menyenangkan dan puas di kampong halaman, dan banyak hal yang positif dan dihasilkan manakala kegiatan ini tidak menimbulkan jera atau pengalamam buruk bagi pemudik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar